Selasa, 15 April 2014

JANGAN LENGAH DALAM PENAMPIAN

Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"

"Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu spt gandum,
tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, spy imanmu jgn gugur. Dan engkau, jikalau engkau sdh insaf, kuatkanlah saudara2mu." (Lukas 22:31-32)

Pd saat kalimat ini dikatakan oleh Yesus, Petrus sdg "over-excited" (terlalu bersemangat) dlm mengiring Yesus. Sptnya seiring meningkatnya popularitas Yesus, Petrus ikut mengalami perlakuan2 baik byk org kpd Yesus.

Dlm suatu ketika, saat seseorg mengalami antusias krn berkat, promosi, & prestasi yg Tuhan berikan dlm hidupnya, org tsb MUDAH MENJADI LENGAH THD KEDAGINGANNYA.

Pd kesempatan ini, Yesus kembali memanggil Petrus dgn nama lamanya: "Simon, Simon!" Nama "Petrus" menggambarkan "manusia baru," sdgkan nama "Simon" menggambarkan manusia lama.

Saat Petrus merasa ada dipuncak kejayaan, ia menjadi lengah, shg tanpa disadari "manusia lamanya" kembali muncul. Arogansi menyelinap masuk di hati Petrus.

Pada saat itulah Yesus memperingatkan bhw Iblis sedang menuntut untuk menampi Petrus spt gandum. Menampi artinya: hendak membuat Petrus terlempar keluar dari rencana Allah.

Iblis berupaya membuat seseorang yg sungguh2 dgn Tuhan untuk TERLEMPAR KELUAR DARI RENCANA ALLAH (KELUAR DARI KEHENDAK ALLAH), melalui byk cara seperti: rasa bersalah, kekecewaan, atau emosi2 negatif lainnya. Yg menjadi sasaran ialah: iman kita. Dgn bangkitnya kembali manusia lama Petrus (Simon), iblis hendak membuat iman Petrus gugur.

Namun pd saat itu Yesus tdk mengusir Iblis. Yg Yesus lakukan adalah mendoakan Petrus. Ini adalah wkt pengujian bagi Petrus. Petrus hrs bisa lulus dari penampian iblis dgn iman yg justru makin diperbarui shg dapat menguatkan teman2nya. Yesus mempercayai Petrus bhw ia dpt melalui penampian tsb & kembali beroperasi dgn manusia barunya.

Mari kita kembali berjalan dlm kerendahan hati & keluar dari penampian sbg manusia baru yg akan menguatkan hati byk org.

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Kamis, 10 April 2014

DIPERSIAPKAN UNTUK MENERIMA JANJI

Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"

"Sesungguhnya, WAKTUNYA AKAN DATANG, demikianlah firman TUHAN, bahwa AKU AKAN MENEPATI JANJI YANG TELAH KUKATAKAN kepada kaum Israel dan kaum Yehuda." | Yer 33:14

MENEPATI JANJI adalah pekerjaan (job-description) TUHAN. Allah memberikan janjiNYA sbg ungkapan kasihNYA kepada kita.

Mengapa perlu JANJI? Mengapa Allah tidak langsung saja memberikan berkatnya tanpa harus berjanji terlebih dahulu? Allah memberikan janji terlebih dahulu dgn tujuan memberi ruang bagi kita untuk mempersiapkan diri. KITA PERLU DIPERSIAPKAN UNTUK DIBERKATI.  Allah hendak memberi ruang bagi kita untuk bertumbuh & berubah agar kita bisa masuk ke dalam penggenapan janjiNYA.

Janji TUHAN di dalam Alkitab, tidak hanya soal BERKAT, KELEPASAN, PEMULIHAN & KEMENANGAN, tetapi juga soal DISIPLIN & HUKUMAN. Disiplin & hukuman dapat menjadi janji TUHAN yg akan datang ke dalam hidup kita, jika kita meremehkan kesabaran TUHAN & tidak mau bertobat dari dosa-dosa yg telah mendapat peringatan dari Allah.

Pada saat ini, janji TUHAN yang mana yg sedang dtg ke dlm kehidupan kita? Apakah janji berkat, pemulihan, kelepasan & kemenangan? Atau janji disiplin & hukuman Allah untuk mendidik kita sbg anak-anakNYA?

Ada kalanya kita dipersiapkan untuk diberkati, namun ada kalanya kita dipersiapkan untuk menerima disiplin atau teguran dari TUHAN. Keduanya Allah lakukan untuk menunjukkan kasihNYA kepada kita. Bahkan disiplin & hukuman yg IA berikan kpd anak-anakNYA, adalah agar kita tdk dihukum bersama-sama dgn dunia & jg agar kita beroleh bagian dalam kekudusanNYA (Ibrani 12:10).

Melalui janji yg diucapkanNYA, sesungguhnya Allah hendak menyatakan & memperkenalkan DIRINYA. IA hendak menyatakan sifat-sifatNYA agar kita mengenal DIA. Kita tidak boleh terfokus pd apa yg dijanjikan, lebih drpd pengenalan akan Allah. Krn sesungguhnya, tujuan dari janji Allah diberikan ialah spy kita lebih mengenal DIA.

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Rabu, 09 April 2014

MEMBAGI SUKACITA DENGAN DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL

Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"

"Aku BERSUKACITA, sebab aku dapat MENARUH KEPERCAYAAN KEPADA KAMU DALAM SEGALA HAL." | 2 Korintus 7:16

Salah satu tolak ukur pertumbuhan rohani seseorang dapat dilihat melalui seberapa mampu & konsisten ia untuk BERSUKACITA DALAM SEGALA KEADAAN. Setiap orang percaya harus BERTUMBUH DALAM SUKACITA. Pada waktu kita membandingkan diri dengan apa yg org lain telah miliki & capai, kita tetap mampu bersukacita krn kita menyadari bhw apa yg belum kita capai & miliki merupakan bagian dari PROSES & PEMBENTUKAN ALLAH.

Namun, memiliki sukacita saja tidak cukup menjadi tanda pertumbuhan rohani seseorg. Kita juga dipanggil untuk mampu MENGHADIRKAN SUKACITA DALAM HIDUP ORANG LAIN. Salah satu cara untuk menghadirkan sukacita dalam hidup org lain ialah dengan DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL.

Isteri akan bersukacita jika suami dapat dipercaya dalam segala hal, begitu jg sebaliknya; org tua akan bersukacita jika anak2 dapat dipercaya dalam sgl hal, begitu jg sebaliknya; atasan akan bersukacita jika bawahannya dapat dipercaya dalam sgl hal, begitu jg sebaliknya.

DAPAT DIPERCAYA MERUPAKAN SIFAT ALLAH. Allah yg DAPAT DIPERCAYA rindu MEMANIFESTASIKAN SIFAT-SIFATNYA melalui anda, shg byk org akan mudah untuk mempercayaiNYA.

DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL MERUPAKAN TANDA KEDEWASAAN. Agar mengalami pertumbuhan, kedewasaan & menghasilkan buah, kita harus membangun sikap DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL. Untuk DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL kita harus menyalibkan (mematikan) segala kedagingan & keinginan kita setiap hari.

Dibutuhkan keberanian untuk menjadi org yg dapat dipercaya. Jika ini area yg harus anda perbaiki, lakukanlah sblm anda hrs membayar lebih mahal dari yg mampu anda bayarkan.

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Rabu, 26 Maret 2014

KUALITAS PERTOBATAN

Inspiring Leaders°
"Focus on biblical values in a busy world"

"Jadi hasilkanlah BUAH YANG SESUAI DENGAN PERTOBATAN." | Mat 3:8

Tanggung jawab kita sbg org percaya bukan hanya BERTUMBUH, melainkan juga BERBUAH. Buah yang kita hasilkan sangat ditentukan oleh KUALITAS PERTOBATAN kita setiap hari.

Pertobatan memiliki 2 aspek penting: BERTOBAT DARI APA & BERTOBAT KEPADA APA. Untuk itu diperlukan KETAJAMAN & KETELITIAN untuk mengenali kita bertobat DARI APA & mengalami perubahan KEPADA APA.

Ketika posisi kita di dalam pelayanan semakin tinggi & pengalaman rohani kita semakin banyak, seringkali kita kehilangan kepekaan & ketelitian kita dalam soal pertobatan. Pdhl yg terjadi harusnya yg sebaliknya. Bahkan sebelum kita melakukan perbuatan yg berdosa, kita mampu melakukan pertobatan motivasi (sikap hati).

Pertobatan-pertobatan yang kita lakukan dengan cara yg terlalu umum, akan membuat pertobatan tsb menjadi kurang berkualitas. Frase yg sering digunakan dalam soal pertobatan ialah "bertobat dari SEGALA dosa..." Hal ini terlalu umum, shg tdk menggambarkan bertobat DARI APA & KEPADA APA.

Dalam doa-doa pribadi kita kpd Allah, kita harus melatih ketajaman & ketelitian dalam soal pertobatan untuk menghasilkan pertobatan yang berkualitas. Sama spt org yg sedang sakit harus mengetahui dgn lengkap penyakit apa yg dideritanya, shg ia dapat mengetahui obat apa yg dibutuhkannya.

Allah bekerja sesuai dgn pengakuan kita. Pengakuan yg dilakukan dgn benar, berani & teliti kpd Allah, bukan hanya akan mendatangkan kelegaan, tetapi juga strategi untuk menang atas dosa & perubahan karakter yg akan merangsang munculnya buah.

Jika kita ingin menyaksikan munculnya buah, kita tidak mempunyai pilihan lain selain membangun kualitas pertobatan yg benar, dimana pertobatan tsb hrs berdasar pada kasih karunia & pengampunan Tuhan, bukan menghukum diri dengan rasa bersalah.

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Senin, 24 Maret 2014

JANGAN TERJEBAK PADA PERTEMPURAN YANG SALAH

Inspiring Leaders°
"Focus on biblical values in a busy world"

"Krn kamu msh manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada IRI HATI & PERSELISIHAN bukankah hal itu MENUNJUKKAN, bhw kamu MANUSIA DUNIAWI & bhw kamu hidup scr manusiawi?" (1 Kor 3:3)

Istilah MANUSIA DUNIAWI dlm THE NEW LIVING TRANSLATION, diterjemahkan sbg CONTROLLED BY SINFUL NATURE (DIKENDALIKAN OLEH SIFAT DOSA). Sdgkan THE NEW CENTURY VERSION menterjemahkannya sbg YOU ARE NOT SPIRITUAL (KAMU TDK DIPIMPIN ROH KUDUS).

DIKENDALIKAN OLEH SIFAT DOSA & TDK DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS mrpk tantangan yg hrs dihadapi setiap org percaya. Setiap hari kita diperhadapkan pd pertempuran untk menaklukkan keinginan2 kita, agar kita dpt berjalan di dlm rencana Allah.

Ketika hidup kita msh dikendalikan oleh sifat dosa & tdk memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus setiap hari, hasilnya ialah: KETIDAKDEWASAAN yg termanifestasi melalui sikap IRI HATI & PERSELISIHAN.

Iri hati & perselisihan mrpk tantangan bagi byk pemimpin rohani & org2 yg terlibat pelayanan. Kita dijebak untk masuk pd kompetisi & pertempuran yg salah demi pembuktian diri.

Ketika kita mudah merasa tdk dihargai oleh hal2 kecil yg org lain lakukan, kita hrs mewaspadai godaan untk membuktikan diri kpd org tsb. Akar penolakan yg pernah kita alami, biasanya menjadi sumber pengejaran akan pengakuan yg menyebabkan terjadinya iri hati & perselisihan.

Berhenti membandingkan diri dgn org lain. Masing2 kita memiliki proses yg berbeda. Berbesar hatilah thd kemajuan org lain. Bersukacitalah thd kesempatan yg diberikan kpd rekan2 kita. Berilah ruang bagi org2 tertentu untk belajar dr kesalahan mrk. Harapkan kemajuan dr org2 yg kita pimpin. Kita tdk dipanggil untk berkompetisi & saling menjatuhkan, melainkan untk berlomba dlm perlombaan yg diwajibkan bagi kita untk mengerjakan rencana Allah atas dunia.

Jgn terjebak dlm pertempuran yg salah, yg dpt membuat kita kehilangan kehendak Allah krn ketidakdewasaan kita.

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Rabu, 12 Maret 2014

HONOR GOD BY THE WAY WE LIVE

Inspiring Leaders°
"Focus on biblical values in a busy world"

"Tetapi aku TIDAK BERBUAT DEMIKIAN KARENA TAKUT AKAN ALLAH." [Neh 5:15c]

Salah satu ketakutan terbesar dalam generasi kita ialah TAKUT KETAHUAN. TAKUT KETAHUAN telah menggantikan TAKUT AKAN TUHAN. Motivasi yg salah dalam memerangi dosa, dapat membuat seseorg dgn mudah kembali jika ada kesempatan.

Takut akan TUHAN merupakan kekuatan yg dapat mencegah seseorg untuk melakukan dosa, ketidakbenaran, kecurangan & kejahatan. Kekuatan takut akan TUHAN jauh lebih efektif daripada jutaan aturan & undang-undang yg bisa dibuat oleh manusia untuk mengatur kehidupan.

TAKUT AKAN TUHAN dibangun berdasarkan 5 hal ini:
1. Kesadaran akan kehadiran TUHAN
2. Sikap hormat terhadap Pribadi TUHAN
3. Pemahaman akan kebenaran TUHAN
4. Kasih terhadap semua orang
5. Memberi nilai dengan tepat thd sesuatu

Tanpa TAKUT AKAN TUHAN, kita tidak dapat membangun & mengalami KEINTIMAN DENGAN TUHAN SECARA BENAR. Pergumulan byk org Kristen untuk mengalami keintiman yg lebih dalam dgn TUHAN, seringkali bukan disebabkan oleh tidak adanya waktu untuk berdoa, melainkan TIDAK ADANYA SIKAP MENGHORMATI ALLAH.

Sikap hormat merupakan syarat untuk hubungan yang berkualitas. DI MANA ADA RASA HORMAT, DI SANA AKAN ADA KUALITAS.

TANPA SIKAP MENGHORMATI ALLAH TIDAK AKAN ADA PERTUMBUHAN ROHANI. TAKUT AKAN TUHAN AKAN MELINDUNGI KITA DARI BANYAK HAL YG AKAN MEMBUAT KITA KELUAR DARI RENCANA ALLAH.

Jalani hidup kita dengan benar & buatlah keputusan-keputusan yg didasari oleh sikap menghormati Allah dalam segala keadaan.

I continued, “What you have done is wrong! WE MUST HONOR OUR GOD BY THE WAY WE LIVE, so the Gentiles can't find fault with us. [Neh 5:9 CEV]

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Rabu, 05 Maret 2014

PERGI BEKERJA SAMA SEPERTI PERGI KE GEREJA

Inspiring Leaders °
[Focus on biblical values in a busy world]

Tetapi Ia berkata kepada mereka: "BAPA-KU BEKERJA SAMPAI SEKARANG, maka Aku pun bekerja juga."
(Yoh 5:17)

Kejadian 1 memberikan kita gambaran bhw Allah adlh PRIBADI YG BEKERJA (PEKERJA). Di dalamnya kita akan menemui kata2 kerja (verbs) yg dikenakan kpd Allah, antara lain: menciptakan, memisahkan, menamai, menaruh & memberkati.

Manusia yg diciptakan segambar & serupa dgn Allah adlh mahluk yg bekerja. Bekerja bukanlah kutuk atau hukuman dlm hidup manusia. Pada saat diciptakan, manusia telah didesign oleh Allah dgn kemampuan memaksimalkan dirinya untuk mengelola bumi & menghasilkan sst yg bermanfaat bagi org lain.

Pekerjaan anda hrslah mrpk perpanjangan dari pekerjaan Allah. Sbg org percaya, anda hrs pergi bekerja dgn alasan yg sama mengapa anda pergi ke gereja: menyembah & memuliakan Allah. Pekerjaan & profesi kita mrpk alat untk kita menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus (Mat 28:19-20).

Yesus hrs menjadi pusat di dalam pekerjaan anda. IA hrs memerintah hidup anda sedemikian rupa shg wkt anda bekerja, anda akan bekerja dgn GAYA KERJA YANG SALEH. Istilah GAYA HIDUP menunjuk pd bgm biasanya anda menjalani hidup anda, sedangkan GAYA KERJA berhubungan dgn bgm biasanya anda melakukan pekerjaan anda.

Sama dgn pelayanan, anda jg memiliki tanggung jawab yg sama untk memuliakan Allah dlm pekerjaan anda.

Sebagian dr hasil kerja anda berada di luar kendali anda. Anda memiliki kendali dlm ukuran tertentu atas apa yg terjadi. Bahkan ada begitu byk hal yg berada di luar kendali anda. Untk itu anda hrs mengizinkan Allah memerintah cara anda bekerja & mempercayakan Allah untk bekerja dlm hasil kerja. Lakukanlah apa pun yg ada dlm otoritas & jangkauan anda untk menghasilkan sst yg berguna bagi org lain sekaligus memuliakan Allah.

"BEKERJALAH, BUKAN UNTUK MAKANAN YANG AKAN DAPAT BINASA, melainkan untk makanan yg bertahan sampai kpd hidup yg kekal..." (Yoh 6:27a)

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Selasa, 15 April 2014

Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"

"Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu spt gandum,
tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, spy imanmu jgn gugur. Dan engkau, jikalau engkau sdh insaf, kuatkanlah saudara2mu." (Lukas 22:31-32)

Pd saat kalimat ini dikatakan oleh Yesus, Petrus sdg "over-excited" (terlalu bersemangat) dlm mengiring Yesus. Sptnya seiring meningkatnya popularitas Yesus, Petrus ikut mengalami perlakuan2 baik byk org kpd Yesus.

Dlm suatu ketika, saat seseorg mengalami antusias krn berkat, promosi, & prestasi yg Tuhan berikan dlm hidupnya, org tsb MUDAH MENJADI LENGAH THD KEDAGINGANNYA.

Pd kesempatan ini, Yesus kembali memanggil Petrus dgn nama lamanya: "Simon, Simon!" Nama "Petrus" menggambarkan "manusia baru," sdgkan nama "Simon" menggambarkan manusia lama.

Saat Petrus merasa ada dipuncak kejayaan, ia menjadi lengah, shg tanpa disadari "manusia lamanya" kembali muncul. Arogansi menyelinap masuk di hati Petrus.

Pada saat itulah Yesus memperingatkan bhw Iblis sedang menuntut untuk menampi Petrus spt gandum. Menampi artinya: hendak membuat Petrus terlempar keluar dari rencana Allah.

Iblis berupaya membuat seseorang yg sungguh2 dgn Tuhan untuk TERLEMPAR KELUAR DARI RENCANA ALLAH (KELUAR DARI KEHENDAK ALLAH), melalui byk cara seperti: rasa bersalah, kekecewaan, atau emosi2 negatif lainnya. Yg menjadi sasaran ialah: iman kita. Dgn bangkitnya kembali manusia lama Petrus (Simon), iblis hendak membuat iman Petrus gugur.

Namun pd saat itu Yesus tdk mengusir Iblis. Yg Yesus lakukan adalah mendoakan Petrus. Ini adalah wkt pengujian bagi Petrus. Petrus hrs bisa lulus dari penampian iblis dgn iman yg justru makin diperbarui shg dapat menguatkan teman2nya. Yesus mempercayai Petrus bhw ia dpt melalui penampian tsb & kembali beroperasi dgn manusia barunya.

Mari kita kembali berjalan dlm kerendahan hati & keluar dari penampian sbg manusia baru yg akan menguatkan hati byk org.

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Kamis, 10 April 2014

Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"

"Sesungguhnya, WAKTUNYA AKAN DATANG, demikianlah firman TUHAN, bahwa AKU AKAN MENEPATI JANJI YANG TELAH KUKATAKAN kepada kaum Israel dan kaum Yehuda." | Yer 33:14

MENEPATI JANJI adalah pekerjaan (job-description) TUHAN. Allah memberikan janjiNYA sbg ungkapan kasihNYA kepada kita.

Mengapa perlu JANJI? Mengapa Allah tidak langsung saja memberikan berkatnya tanpa harus berjanji terlebih dahulu? Allah memberikan janji terlebih dahulu dgn tujuan memberi ruang bagi kita untuk mempersiapkan diri. KITA PERLU DIPERSIAPKAN UNTUK DIBERKATI.  Allah hendak memberi ruang bagi kita untuk bertumbuh & berubah agar kita bisa masuk ke dalam penggenapan janjiNYA.

Janji TUHAN di dalam Alkitab, tidak hanya soal BERKAT, KELEPASAN, PEMULIHAN & KEMENANGAN, tetapi juga soal DISIPLIN & HUKUMAN. Disiplin & hukuman dapat menjadi janji TUHAN yg akan datang ke dalam hidup kita, jika kita meremehkan kesabaran TUHAN & tidak mau bertobat dari dosa-dosa yg telah mendapat peringatan dari Allah.

Pada saat ini, janji TUHAN yang mana yg sedang dtg ke dlm kehidupan kita? Apakah janji berkat, pemulihan, kelepasan & kemenangan? Atau janji disiplin & hukuman Allah untuk mendidik kita sbg anak-anakNYA?

Ada kalanya kita dipersiapkan untuk diberkati, namun ada kalanya kita dipersiapkan untuk menerima disiplin atau teguran dari TUHAN. Keduanya Allah lakukan untuk menunjukkan kasihNYA kepada kita. Bahkan disiplin & hukuman yg IA berikan kpd anak-anakNYA, adalah agar kita tdk dihukum bersama-sama dgn dunia & jg agar kita beroleh bagian dalam kekudusanNYA (Ibrani 12:10).

Melalui janji yg diucapkanNYA, sesungguhnya Allah hendak menyatakan & memperkenalkan DIRINYA. IA hendak menyatakan sifat-sifatNYA agar kita mengenal DIA. Kita tidak boleh terfokus pd apa yg dijanjikan, lebih drpd pengenalan akan Allah. Krn sesungguhnya, tujuan dari janji Allah diberikan ialah spy kita lebih mengenal DIA.

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Rabu, 09 April 2014

Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"

"Aku BERSUKACITA, sebab aku dapat MENARUH KEPERCAYAAN KEPADA KAMU DALAM SEGALA HAL." | 2 Korintus 7:16

Salah satu tolak ukur pertumbuhan rohani seseorang dapat dilihat melalui seberapa mampu & konsisten ia untuk BERSUKACITA DALAM SEGALA KEADAAN. Setiap orang percaya harus BERTUMBUH DALAM SUKACITA. Pada waktu kita membandingkan diri dengan apa yg org lain telah miliki & capai, kita tetap mampu bersukacita krn kita menyadari bhw apa yg belum kita capai & miliki merupakan bagian dari PROSES & PEMBENTUKAN ALLAH.

Namun, memiliki sukacita saja tidak cukup menjadi tanda pertumbuhan rohani seseorg. Kita juga dipanggil untuk mampu MENGHADIRKAN SUKACITA DALAM HIDUP ORANG LAIN. Salah satu cara untuk menghadirkan sukacita dalam hidup org lain ialah dengan DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL.

Isteri akan bersukacita jika suami dapat dipercaya dalam segala hal, begitu jg sebaliknya; org tua akan bersukacita jika anak2 dapat dipercaya dalam sgl hal, begitu jg sebaliknya; atasan akan bersukacita jika bawahannya dapat dipercaya dalam sgl hal, begitu jg sebaliknya.

DAPAT DIPERCAYA MERUPAKAN SIFAT ALLAH. Allah yg DAPAT DIPERCAYA rindu MEMANIFESTASIKAN SIFAT-SIFATNYA melalui anda, shg byk org akan mudah untuk mempercayaiNYA.

DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL MERUPAKAN TANDA KEDEWASAAN. Agar mengalami pertumbuhan, kedewasaan & menghasilkan buah, kita harus membangun sikap DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL. Untuk DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL kita harus menyalibkan (mematikan) segala kedagingan & keinginan kita setiap hari.

Dibutuhkan keberanian untuk menjadi org yg dapat dipercaya. Jika ini area yg harus anda perbaiki, lakukanlah sblm anda hrs membayar lebih mahal dari yg mampu anda bayarkan.

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Rabu, 26 Maret 2014

Inspiring Leaders°
"Focus on biblical values in a busy world"

"Jadi hasilkanlah BUAH YANG SESUAI DENGAN PERTOBATAN." | Mat 3:8

Tanggung jawab kita sbg org percaya bukan hanya BERTUMBUH, melainkan juga BERBUAH. Buah yang kita hasilkan sangat ditentukan oleh KUALITAS PERTOBATAN kita setiap hari.

Pertobatan memiliki 2 aspek penting: BERTOBAT DARI APA & BERTOBAT KEPADA APA. Untuk itu diperlukan KETAJAMAN & KETELITIAN untuk mengenali kita bertobat DARI APA & mengalami perubahan KEPADA APA.

Ketika posisi kita di dalam pelayanan semakin tinggi & pengalaman rohani kita semakin banyak, seringkali kita kehilangan kepekaan & ketelitian kita dalam soal pertobatan. Pdhl yg terjadi harusnya yg sebaliknya. Bahkan sebelum kita melakukan perbuatan yg berdosa, kita mampu melakukan pertobatan motivasi (sikap hati).

Pertobatan-pertobatan yang kita lakukan dengan cara yg terlalu umum, akan membuat pertobatan tsb menjadi kurang berkualitas. Frase yg sering digunakan dalam soal pertobatan ialah "bertobat dari SEGALA dosa..." Hal ini terlalu umum, shg tdk menggambarkan bertobat DARI APA & KEPADA APA.

Dalam doa-doa pribadi kita kpd Allah, kita harus melatih ketajaman & ketelitian dalam soal pertobatan untuk menghasilkan pertobatan yang berkualitas. Sama spt org yg sedang sakit harus mengetahui dgn lengkap penyakit apa yg dideritanya, shg ia dapat mengetahui obat apa yg dibutuhkannya.

Allah bekerja sesuai dgn pengakuan kita. Pengakuan yg dilakukan dgn benar, berani & teliti kpd Allah, bukan hanya akan mendatangkan kelegaan, tetapi juga strategi untuk menang atas dosa & perubahan karakter yg akan merangsang munculnya buah.

Jika kita ingin menyaksikan munculnya buah, kita tidak mempunyai pilihan lain selain membangun kualitas pertobatan yg benar, dimana pertobatan tsb hrs berdasar pada kasih karunia & pengampunan Tuhan, bukan menghukum diri dengan rasa bersalah.

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Senin, 24 Maret 2014

Inspiring Leaders°
"Focus on biblical values in a busy world"

"Krn kamu msh manusia duniawi. Sebab, jika di antara kamu ada IRI HATI & PERSELISIHAN bukankah hal itu MENUNJUKKAN, bhw kamu MANUSIA DUNIAWI & bhw kamu hidup scr manusiawi?" (1 Kor 3:3)

Istilah MANUSIA DUNIAWI dlm THE NEW LIVING TRANSLATION, diterjemahkan sbg CONTROLLED BY SINFUL NATURE (DIKENDALIKAN OLEH SIFAT DOSA). Sdgkan THE NEW CENTURY VERSION menterjemahkannya sbg YOU ARE NOT SPIRITUAL (KAMU TDK DIPIMPIN ROH KUDUS).

DIKENDALIKAN OLEH SIFAT DOSA & TDK DIPIMPIN OLEH ROH KUDUS mrpk tantangan yg hrs dihadapi setiap org percaya. Setiap hari kita diperhadapkan pd pertempuran untk menaklukkan keinginan2 kita, agar kita dpt berjalan di dlm rencana Allah.

Ketika hidup kita msh dikendalikan oleh sifat dosa & tdk memberi diri dipimpin oleh Roh Kudus setiap hari, hasilnya ialah: KETIDAKDEWASAAN yg termanifestasi melalui sikap IRI HATI & PERSELISIHAN.

Iri hati & perselisihan mrpk tantangan bagi byk pemimpin rohani & org2 yg terlibat pelayanan. Kita dijebak untk masuk pd kompetisi & pertempuran yg salah demi pembuktian diri.

Ketika kita mudah merasa tdk dihargai oleh hal2 kecil yg org lain lakukan, kita hrs mewaspadai godaan untk membuktikan diri kpd org tsb. Akar penolakan yg pernah kita alami, biasanya menjadi sumber pengejaran akan pengakuan yg menyebabkan terjadinya iri hati & perselisihan.

Berhenti membandingkan diri dgn org lain. Masing2 kita memiliki proses yg berbeda. Berbesar hatilah thd kemajuan org lain. Bersukacitalah thd kesempatan yg diberikan kpd rekan2 kita. Berilah ruang bagi org2 tertentu untk belajar dr kesalahan mrk. Harapkan kemajuan dr org2 yg kita pimpin. Kita tdk dipanggil untk berkompetisi & saling menjatuhkan, melainkan untk berlomba dlm perlombaan yg diwajibkan bagi kita untk mengerjakan rencana Allah atas dunia.

Jgn terjebak dlm pertempuran yg salah, yg dpt membuat kita kehilangan kehendak Allah krn ketidakdewasaan kita.

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Rabu, 12 Maret 2014

Inspiring Leaders°
"Focus on biblical values in a busy world"

"Tetapi aku TIDAK BERBUAT DEMIKIAN KARENA TAKUT AKAN ALLAH." [Neh 5:15c]

Salah satu ketakutan terbesar dalam generasi kita ialah TAKUT KETAHUAN. TAKUT KETAHUAN telah menggantikan TAKUT AKAN TUHAN. Motivasi yg salah dalam memerangi dosa, dapat membuat seseorg dgn mudah kembali jika ada kesempatan.

Takut akan TUHAN merupakan kekuatan yg dapat mencegah seseorg untuk melakukan dosa, ketidakbenaran, kecurangan & kejahatan. Kekuatan takut akan TUHAN jauh lebih efektif daripada jutaan aturan & undang-undang yg bisa dibuat oleh manusia untuk mengatur kehidupan.

TAKUT AKAN TUHAN dibangun berdasarkan 5 hal ini:
1. Kesadaran akan kehadiran TUHAN
2. Sikap hormat terhadap Pribadi TUHAN
3. Pemahaman akan kebenaran TUHAN
4. Kasih terhadap semua orang
5. Memberi nilai dengan tepat thd sesuatu

Tanpa TAKUT AKAN TUHAN, kita tidak dapat membangun & mengalami KEINTIMAN DENGAN TUHAN SECARA BENAR. Pergumulan byk org Kristen untuk mengalami keintiman yg lebih dalam dgn TUHAN, seringkali bukan disebabkan oleh tidak adanya waktu untuk berdoa, melainkan TIDAK ADANYA SIKAP MENGHORMATI ALLAH.

Sikap hormat merupakan syarat untuk hubungan yang berkualitas. DI MANA ADA RASA HORMAT, DI SANA AKAN ADA KUALITAS.

TANPA SIKAP MENGHORMATI ALLAH TIDAK AKAN ADA PERTUMBUHAN ROHANI. TAKUT AKAN TUHAN AKAN MELINDUNGI KITA DARI BANYAK HAL YG AKAN MEMBUAT KITA KELUAR DARI RENCANA ALLAH.

Jalani hidup kita dengan benar & buatlah keputusan-keputusan yg didasari oleh sikap menghormati Allah dalam segala keadaan.

I continued, “What you have done is wrong! WE MUST HONOR OUR GOD BY THE WAY WE LIVE, so the Gentiles can't find fault with us. [Neh 5:9 CEV]

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Rabu, 05 Maret 2014

Inspiring Leaders °
[Focus on biblical values in a busy world]

Tetapi Ia berkata kepada mereka: "BAPA-KU BEKERJA SAMPAI SEKARANG, maka Aku pun bekerja juga."
(Yoh 5:17)

Kejadian 1 memberikan kita gambaran bhw Allah adlh PRIBADI YG BEKERJA (PEKERJA). Di dalamnya kita akan menemui kata2 kerja (verbs) yg dikenakan kpd Allah, antara lain: menciptakan, memisahkan, menamai, menaruh & memberkati.

Manusia yg diciptakan segambar & serupa dgn Allah adlh mahluk yg bekerja. Bekerja bukanlah kutuk atau hukuman dlm hidup manusia. Pada saat diciptakan, manusia telah didesign oleh Allah dgn kemampuan memaksimalkan dirinya untuk mengelola bumi & menghasilkan sst yg bermanfaat bagi org lain.

Pekerjaan anda hrslah mrpk perpanjangan dari pekerjaan Allah. Sbg org percaya, anda hrs pergi bekerja dgn alasan yg sama mengapa anda pergi ke gereja: menyembah & memuliakan Allah. Pekerjaan & profesi kita mrpk alat untk kita menyelesaikan Amanat Agung Tuhan Yesus (Mat 28:19-20).

Yesus hrs menjadi pusat di dalam pekerjaan anda. IA hrs memerintah hidup anda sedemikian rupa shg wkt anda bekerja, anda akan bekerja dgn GAYA KERJA YANG SALEH. Istilah GAYA HIDUP menunjuk pd bgm biasanya anda menjalani hidup anda, sedangkan GAYA KERJA berhubungan dgn bgm biasanya anda melakukan pekerjaan anda.

Sama dgn pelayanan, anda jg memiliki tanggung jawab yg sama untk memuliakan Allah dlm pekerjaan anda.

Sebagian dr hasil kerja anda berada di luar kendali anda. Anda memiliki kendali dlm ukuran tertentu atas apa yg terjadi. Bahkan ada begitu byk hal yg berada di luar kendali anda. Untk itu anda hrs mengizinkan Allah memerintah cara anda bekerja & mempercayakan Allah untk bekerja dlm hasil kerja. Lakukanlah apa pun yg ada dlm otoritas & jangkauan anda untk menghasilkan sst yg berguna bagi org lain sekaligus memuliakan Allah.

"BEKERJALAH, BUKAN UNTUK MAKANAN YANG AKAN DAPAT BINASA, melainkan untk makanan yg bertahan sampai kpd hidup yg kekal..." (Yoh 6:27a)

Your Prayer Partner,

Ferry Felani