Sabtu, 02 Agustus 2014
INSECURITY
Rabu, 30 Juli 2014
MENERIMA TEGURAN UNTUK MEMBANGKITKAN RASA HAUS AKAN DIA
Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"
"Sesungguhnya, BERBAHAGIALAH MANUSIA YANG DITEGUR ALLAH; sebab itu JANGANLAH ENGKAU MENOLAK DIDIKAN Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang MELUKAI, tetapi juga yang MEMBEBAT; Dia yang MEMUKULI, tetapi yang tangan-Nya MENYEMBUHKAN pula." | Ayub 5:17-18
Kebahagiaan tidak hanya datang karena bertambahnya kepemilikan. Dalam jangka panjang & secara kualitas, kebahagiaan juga datang melalui teguran Allah.
Kita perlu mengenal Allah sebagai ALLAH YG MEMULIHKAN & YG MENYEMBUHKAN. Tetapi kita juga harus belajar mengenal ALLAH YG MEMUKUL & YG MELUKAI.
Teguran Allah merupakan bentuk didikan Allah yg bertujuan untuk MEMBANGKITKAN RASA HAUS AKAN DIA.
Kata "mendidik" dapat digambarkan melalui cara bidan-bidan Ibrani mengoleskan buah kurma yang telah ditumbuh ke bayi yang baru lahir, untuk membangkitkan rasa haus agar bayi tersebut menyusui.
Melalui teguran yang Allah berikan ke hidup kita, Allah sedang ingin membangkitkan kembali rasa haus akan DIA (akan firmanNYA & akan hadiratNYA).
Ketika kita terus berusaha menghindar, bersikap tidak peduli & membenarkan diri ketika melakukan suatu kesalahan; maka kita hanya akan mendapati bahwa kita akan BERADA LEBIH LAMA DI TEMPAT YANG SALAH, & memperlambat persiapan-persiapan kita untuk hal2 besar yg akan Allah kerjakan di hidup kita.
Dengan membiarkan (mentoleransi) dosa & ketidaktaatan, kita akan semakin kehilangan rasa haus akan Allah.
Orang yang selalu terbuka terhadap teguran Allah, tidak akan kehilangan rasa haus akan DIA. Jika kita selalu memiliki respon thd teguran2 Allah yg lembut, maka kita tdk akan perlu mengalami teguran2 Allah yg keras.
Beranikah kita menjadi orang Kristen yang MENGHARAPKAN TEGURAN, DEMI MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN YANG LEBIH BERKUALITAS & RASA HAUS AKAN ALLAH?
Your Prayer Partner,
Ferry Felani
Kamis, 10 Juli 2014
MENGALAMI PROSES PEREMUKKAN
Inspiring Leaders
"Focus on biblical values in a busy world"
"PIKULLAH KUK yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku LEMAH LEMBUT dan RENDAH HATI dan jiwamu akan mendapat KETENANGAN." | Matius 11:29
Allah memakai masalah bukan untuk menghancurkan kita, melainkan untuk "meremukkan ego" kita. Kita harus mengalami peremukkan jika ingin melihat Allah bekerja lebih lagi di dalam & melalui hidup kita. Proses peremukkan merupakan proses yang membentuk kita untuk berhenti mengandalkan diri sendiri & mulai hidup mengandalkan Allah.
Pengetahuan, kemampuan & pengalaman kita, terkadang membuat kita sulit untuk mengandalkan Allah. Kita seringkali tidak bersedia menunggu Allah untuk sesuatu yang kita rasa mampu kita lakukan tanpa Allah.
Di dalam Alkitab, kita menemukan bagaimana Allah memproses tokoh-tokoh iman seperti Abraham, Yakub, Musa, Daud & Paulus, dengan proses peremukkan. Allah "meremukkan" mereka supaya mereka tidak lagi hidup untuk diri sendiri, melainkan hidup untuk menggenapi rencana Allah.
Orang yang belum mengalami peremukkan, ibarat kuda pacuan yang belum dijinakkan. Kehendak kuda tersebut harus "ditaklukkkan" agar ia memiliki kemampuan untuk taat & mengalami kemenangan dalam pertandingan. Tidak akan ada kemenangan sejati tanpa adanya proses peremukkan. Hidup berkemenangan hanya bisa kita raih, jika kita taat. Kita akan sulit untuk taat, jika tidak bersedia mengalami peremukkan.
Proses peremukkan yang Allah kerjakan adalah seperti mengoperasi kanker & tumor! Kita disakiti untuk disembuhkan & menjadi sehat.
Roti terbuat dari GANDUM YANG DIGILING, sedangkan air anggur diperoleh dari buah ANGGUR YANG DIPERAS. Kedua hal ini menggambarkan proses peremukan.
Gandum & anggur merupakan gambaran dari PEREMUKAN yang Allah kerjakan, sampai kita kehilangan identitas kita sendiri & memiliki identitas Kristus (yang baru).
Your Prayer Partner,
Ferry Felani
Selasa, 15 April 2014
JANGAN LENGAH DALAM PENAMPIAN
Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"
"Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu spt gandum,
tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, spy imanmu jgn gugur. Dan engkau, jikalau engkau sdh insaf, kuatkanlah saudara2mu." (Lukas 22:31-32)
Pd saat kalimat ini dikatakan oleh Yesus, Petrus sdg "over-excited" (terlalu bersemangat) dlm mengiring Yesus. Sptnya seiring meningkatnya popularitas Yesus, Petrus ikut mengalami perlakuan2 baik byk org kpd Yesus.
Dlm suatu ketika, saat seseorg mengalami antusias krn berkat, promosi, & prestasi yg Tuhan berikan dlm hidupnya, org tsb MUDAH MENJADI LENGAH THD KEDAGINGANNYA.
Pd kesempatan ini, Yesus kembali memanggil Petrus dgn nama lamanya: "Simon, Simon!" Nama "Petrus" menggambarkan "manusia baru," sdgkan nama "Simon" menggambarkan manusia lama.
Saat Petrus merasa ada dipuncak kejayaan, ia menjadi lengah, shg tanpa disadari "manusia lamanya" kembali muncul. Arogansi menyelinap masuk di hati Petrus.
Pada saat itulah Yesus memperingatkan bhw Iblis sedang menuntut untuk menampi Petrus spt gandum. Menampi artinya: hendak membuat Petrus terlempar keluar dari rencana Allah.
Iblis berupaya membuat seseorang yg sungguh2 dgn Tuhan untuk TERLEMPAR KELUAR DARI RENCANA ALLAH (KELUAR DARI KEHENDAK ALLAH), melalui byk cara seperti: rasa bersalah, kekecewaan, atau emosi2 negatif lainnya. Yg menjadi sasaran ialah: iman kita. Dgn bangkitnya kembali manusia lama Petrus (Simon), iblis hendak membuat iman Petrus gugur.
Namun pd saat itu Yesus tdk mengusir Iblis. Yg Yesus lakukan adalah mendoakan Petrus. Ini adalah wkt pengujian bagi Petrus. Petrus hrs bisa lulus dari penampian iblis dgn iman yg justru makin diperbarui shg dapat menguatkan teman2nya. Yesus mempercayai Petrus bhw ia dpt melalui penampian tsb & kembali beroperasi dgn manusia barunya.
Mari kita kembali berjalan dlm kerendahan hati & keluar dari penampian sbg manusia baru yg akan menguatkan hati byk org.
Your Prayer Partner,
Ferry Felani
Kamis, 10 April 2014
DIPERSIAPKAN UNTUK MENERIMA JANJI
Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"
"Sesungguhnya, WAKTUNYA AKAN DATANG, demikianlah firman TUHAN, bahwa AKU AKAN MENEPATI JANJI YANG TELAH KUKATAKAN kepada kaum Israel dan kaum Yehuda." | Yer 33:14
MENEPATI JANJI adalah pekerjaan (job-description) TUHAN. Allah memberikan janjiNYA sbg ungkapan kasihNYA kepada kita.
Mengapa perlu JANJI? Mengapa Allah tidak langsung saja memberikan berkatnya tanpa harus berjanji terlebih dahulu? Allah memberikan janji terlebih dahulu dgn tujuan memberi ruang bagi kita untuk mempersiapkan diri. KITA PERLU DIPERSIAPKAN UNTUK DIBERKATI. Allah hendak memberi ruang bagi kita untuk bertumbuh & berubah agar kita bisa masuk ke dalam penggenapan janjiNYA.
Janji TUHAN di dalam Alkitab, tidak hanya soal BERKAT, KELEPASAN, PEMULIHAN & KEMENANGAN, tetapi juga soal DISIPLIN & HUKUMAN. Disiplin & hukuman dapat menjadi janji TUHAN yg akan datang ke dalam hidup kita, jika kita meremehkan kesabaran TUHAN & tidak mau bertobat dari dosa-dosa yg telah mendapat peringatan dari Allah.
Pada saat ini, janji TUHAN yang mana yg sedang dtg ke dlm kehidupan kita? Apakah janji berkat, pemulihan, kelepasan & kemenangan? Atau janji disiplin & hukuman Allah untuk mendidik kita sbg anak-anakNYA?
Ada kalanya kita dipersiapkan untuk diberkati, namun ada kalanya kita dipersiapkan untuk menerima disiplin atau teguran dari TUHAN. Keduanya Allah lakukan untuk menunjukkan kasihNYA kepada kita. Bahkan disiplin & hukuman yg IA berikan kpd anak-anakNYA, adalah agar kita tdk dihukum bersama-sama dgn dunia & jg agar kita beroleh bagian dalam kekudusanNYA (Ibrani 12:10).
Melalui janji yg diucapkanNYA, sesungguhnya Allah hendak menyatakan & memperkenalkan DIRINYA. IA hendak menyatakan sifat-sifatNYA agar kita mengenal DIA. Kita tidak boleh terfokus pd apa yg dijanjikan, lebih drpd pengenalan akan Allah. Krn sesungguhnya, tujuan dari janji Allah diberikan ialah spy kita lebih mengenal DIA.
Your Prayer Partner,
Ferry Felani
Rabu, 09 April 2014
MEMBAGI SUKACITA DENGAN DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL
Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"
"Aku BERSUKACITA, sebab aku dapat MENARUH KEPERCAYAAN KEPADA KAMU DALAM SEGALA HAL." | 2 Korintus 7:16
Salah satu tolak ukur pertumbuhan rohani seseorang dapat dilihat melalui seberapa mampu & konsisten ia untuk BERSUKACITA DALAM SEGALA KEADAAN. Setiap orang percaya harus BERTUMBUH DALAM SUKACITA. Pada waktu kita membandingkan diri dengan apa yg org lain telah miliki & capai, kita tetap mampu bersukacita krn kita menyadari bhw apa yg belum kita capai & miliki merupakan bagian dari PROSES & PEMBENTUKAN ALLAH.
Namun, memiliki sukacita saja tidak cukup menjadi tanda pertumbuhan rohani seseorg. Kita juga dipanggil untuk mampu MENGHADIRKAN SUKACITA DALAM HIDUP ORANG LAIN. Salah satu cara untuk menghadirkan sukacita dalam hidup org lain ialah dengan DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL.
Isteri akan bersukacita jika suami dapat dipercaya dalam segala hal, begitu jg sebaliknya; org tua akan bersukacita jika anak2 dapat dipercaya dalam sgl hal, begitu jg sebaliknya; atasan akan bersukacita jika bawahannya dapat dipercaya dalam sgl hal, begitu jg sebaliknya.
DAPAT DIPERCAYA MERUPAKAN SIFAT ALLAH. Allah yg DAPAT DIPERCAYA rindu MEMANIFESTASIKAN SIFAT-SIFATNYA melalui anda, shg byk org akan mudah untuk mempercayaiNYA.
DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL MERUPAKAN TANDA KEDEWASAAN. Agar mengalami pertumbuhan, kedewasaan & menghasilkan buah, kita harus membangun sikap DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL. Untuk DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL kita harus menyalibkan (mematikan) segala kedagingan & keinginan kita setiap hari.
Dibutuhkan keberanian untuk menjadi org yg dapat dipercaya. Jika ini area yg harus anda perbaiki, lakukanlah sblm anda hrs membayar lebih mahal dari yg mampu anda bayarkan.
Your Prayer Partner,
Ferry Felani
Rabu, 26 Maret 2014
KUALITAS PERTOBATAN
Inspiring Leaders°
"Focus on biblical values in a busy world"
"Jadi hasilkanlah BUAH YANG SESUAI DENGAN PERTOBATAN." | Mat 3:8
Tanggung jawab kita sbg org percaya bukan hanya BERTUMBUH, melainkan juga BERBUAH. Buah yang kita hasilkan sangat ditentukan oleh KUALITAS PERTOBATAN kita setiap hari.
Pertobatan memiliki 2 aspek penting: BERTOBAT DARI APA & BERTOBAT KEPADA APA. Untuk itu diperlukan KETAJAMAN & KETELITIAN untuk mengenali kita bertobat DARI APA & mengalami perubahan KEPADA APA.
Ketika posisi kita di dalam pelayanan semakin tinggi & pengalaman rohani kita semakin banyak, seringkali kita kehilangan kepekaan & ketelitian kita dalam soal pertobatan. Pdhl yg terjadi harusnya yg sebaliknya. Bahkan sebelum kita melakukan perbuatan yg berdosa, kita mampu melakukan pertobatan motivasi (sikap hati).
Pertobatan-pertobatan yang kita lakukan dengan cara yg terlalu umum, akan membuat pertobatan tsb menjadi kurang berkualitas. Frase yg sering digunakan dalam soal pertobatan ialah "bertobat dari SEGALA dosa..." Hal ini terlalu umum, shg tdk menggambarkan bertobat DARI APA & KEPADA APA.
Dalam doa-doa pribadi kita kpd Allah, kita harus melatih ketajaman & ketelitian dalam soal pertobatan untuk menghasilkan pertobatan yang berkualitas. Sama spt org yg sedang sakit harus mengetahui dgn lengkap penyakit apa yg dideritanya, shg ia dapat mengetahui obat apa yg dibutuhkannya.
Allah bekerja sesuai dgn pengakuan kita. Pengakuan yg dilakukan dgn benar, berani & teliti kpd Allah, bukan hanya akan mendatangkan kelegaan, tetapi juga strategi untuk menang atas dosa & perubahan karakter yg akan merangsang munculnya buah.
Jika kita ingin menyaksikan munculnya buah, kita tidak mempunyai pilihan lain selain membangun kualitas pertobatan yg benar, dimana pertobatan tsb hrs berdasar pada kasih karunia & pengampunan Tuhan, bukan menghukum diri dengan rasa bersalah.
Your Prayer Partner,
Ferry Felani
Sabtu, 02 Agustus 2014
INSECURITY
Diposting oleh
Ferry Felani
05.52
Insecurity... atau rasa tidak aman merupakan musuh yang menyerang semua level kepemimpinan. Baik calon pemimpin, pemimpin muda maupun pemimpin senior, tidak lepas dari serangan insecurity. Banyak pemimpin yang sedang dibentuk oleh Allah, gagal menyelesaikan proses oleh karena insecurity di dalam diri mereka menyebabkan mereka melakukan hal-hal konyol yang membuat mereka keluar dari rencana Allah.
Rabu, 30 Juli 2014
MENERIMA TEGURAN UNTUK MEMBANGKITKAN RASA HAUS AKAN DIA
Diposting oleh
Ferry Felani
20.45
Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"
"Sesungguhnya, BERBAHAGIALAH MANUSIA YANG DITEGUR ALLAH; sebab itu JANGANLAH ENGKAU MENOLAK DIDIKAN Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang MELUKAI, tetapi juga yang MEMBEBAT; Dia yang MEMUKULI, tetapi yang tangan-Nya MENYEMBUHKAN pula." | Ayub 5:17-18
Kebahagiaan tidak hanya datang karena bertambahnya kepemilikan. Dalam jangka panjang & secara kualitas, kebahagiaan juga datang melalui teguran Allah.
Kita perlu mengenal Allah sebagai ALLAH YG MEMULIHKAN & YG MENYEMBUHKAN. Tetapi kita juga harus belajar mengenal ALLAH YG MEMUKUL & YG MELUKAI.
Teguran Allah merupakan bentuk didikan Allah yg bertujuan untuk MEMBANGKITKAN RASA HAUS AKAN DIA.
Kata "mendidik" dapat digambarkan melalui cara bidan-bidan Ibrani mengoleskan buah kurma yang telah ditumbuh ke bayi yang baru lahir, untuk membangkitkan rasa haus agar bayi tersebut menyusui.
Melalui teguran yang Allah berikan ke hidup kita, Allah sedang ingin membangkitkan kembali rasa haus akan DIA (akan firmanNYA & akan hadiratNYA).
Ketika kita terus berusaha menghindar, bersikap tidak peduli & membenarkan diri ketika melakukan suatu kesalahan; maka kita hanya akan mendapati bahwa kita akan BERADA LEBIH LAMA DI TEMPAT YANG SALAH, & memperlambat persiapan-persiapan kita untuk hal2 besar yg akan Allah kerjakan di hidup kita.
Dengan membiarkan (mentoleransi) dosa & ketidaktaatan, kita akan semakin kehilangan rasa haus akan Allah.
Orang yang selalu terbuka terhadap teguran Allah, tidak akan kehilangan rasa haus akan DIA. Jika kita selalu memiliki respon thd teguran2 Allah yg lembut, maka kita tdk akan perlu mengalami teguran2 Allah yg keras.
Beranikah kita menjadi orang Kristen yang MENGHARAPKAN TEGURAN, DEMI MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN YANG LEBIH BERKUALITAS & RASA HAUS AKAN ALLAH?
Your Prayer Partner,
Ferry Felani
Kamis, 10 Juli 2014
MENGALAMI PROSES PEREMUKKAN
Diposting oleh
Ferry Felani
17.23
Inspiring Leaders
"Focus on biblical values in a busy world"
"PIKULLAH KUK yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku LEMAH LEMBUT dan RENDAH HATI dan jiwamu akan mendapat KETENANGAN." | Matius 11:29
Allah memakai masalah bukan untuk menghancurkan kita, melainkan untuk "meremukkan ego" kita. Kita harus mengalami peremukkan jika ingin melihat Allah bekerja lebih lagi di dalam & melalui hidup kita. Proses peremukkan merupakan proses yang membentuk kita untuk berhenti mengandalkan diri sendiri & mulai hidup mengandalkan Allah.
Pengetahuan, kemampuan & pengalaman kita, terkadang membuat kita sulit untuk mengandalkan Allah. Kita seringkali tidak bersedia menunggu Allah untuk sesuatu yang kita rasa mampu kita lakukan tanpa Allah.
Di dalam Alkitab, kita menemukan bagaimana Allah memproses tokoh-tokoh iman seperti Abraham, Yakub, Musa, Daud & Paulus, dengan proses peremukkan. Allah "meremukkan" mereka supaya mereka tidak lagi hidup untuk diri sendiri, melainkan hidup untuk menggenapi rencana Allah.
Orang yang belum mengalami peremukkan, ibarat kuda pacuan yang belum dijinakkan. Kehendak kuda tersebut harus "ditaklukkkan" agar ia memiliki kemampuan untuk taat & mengalami kemenangan dalam pertandingan. Tidak akan ada kemenangan sejati tanpa adanya proses peremukkan. Hidup berkemenangan hanya bisa kita raih, jika kita taat. Kita akan sulit untuk taat, jika tidak bersedia mengalami peremukkan.
Proses peremukkan yang Allah kerjakan adalah seperti mengoperasi kanker & tumor! Kita disakiti untuk disembuhkan & menjadi sehat.
Roti terbuat dari GANDUM YANG DIGILING, sedangkan air anggur diperoleh dari buah ANGGUR YANG DIPERAS. Kedua hal ini menggambarkan proses peremukan.
Gandum & anggur merupakan gambaran dari PEREMUKAN yang Allah kerjakan, sampai kita kehilangan identitas kita sendiri & memiliki identitas Kristus (yang baru).
Your Prayer Partner,
Ferry Felani
Selasa, 15 April 2014
JANGAN LENGAH DALAM PENAMPIAN
Diposting oleh
Ferry Felani
23.12
Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"
"Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi kamu spt gandum,
tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, spy imanmu jgn gugur. Dan engkau, jikalau engkau sdh insaf, kuatkanlah saudara2mu." (Lukas 22:31-32)
Pd saat kalimat ini dikatakan oleh Yesus, Petrus sdg "over-excited" (terlalu bersemangat) dlm mengiring Yesus. Sptnya seiring meningkatnya popularitas Yesus, Petrus ikut mengalami perlakuan2 baik byk org kpd Yesus.
Dlm suatu ketika, saat seseorg mengalami antusias krn berkat, promosi, & prestasi yg Tuhan berikan dlm hidupnya, org tsb MUDAH MENJADI LENGAH THD KEDAGINGANNYA.
Pd kesempatan ini, Yesus kembali memanggil Petrus dgn nama lamanya: "Simon, Simon!" Nama "Petrus" menggambarkan "manusia baru," sdgkan nama "Simon" menggambarkan manusia lama.
Saat Petrus merasa ada dipuncak kejayaan, ia menjadi lengah, shg tanpa disadari "manusia lamanya" kembali muncul. Arogansi menyelinap masuk di hati Petrus.
Pada saat itulah Yesus memperingatkan bhw Iblis sedang menuntut untuk menampi Petrus spt gandum. Menampi artinya: hendak membuat Petrus terlempar keluar dari rencana Allah.
Iblis berupaya membuat seseorang yg sungguh2 dgn Tuhan untuk TERLEMPAR KELUAR DARI RENCANA ALLAH (KELUAR DARI KEHENDAK ALLAH), melalui byk cara seperti: rasa bersalah, kekecewaan, atau emosi2 negatif lainnya. Yg menjadi sasaran ialah: iman kita. Dgn bangkitnya kembali manusia lama Petrus (Simon), iblis hendak membuat iman Petrus gugur.
Namun pd saat itu Yesus tdk mengusir Iblis. Yg Yesus lakukan adalah mendoakan Petrus. Ini adalah wkt pengujian bagi Petrus. Petrus hrs bisa lulus dari penampian iblis dgn iman yg justru makin diperbarui shg dapat menguatkan teman2nya. Yesus mempercayai Petrus bhw ia dpt melalui penampian tsb & kembali beroperasi dgn manusia barunya.
Mari kita kembali berjalan dlm kerendahan hati & keluar dari penampian sbg manusia baru yg akan menguatkan hati byk org.
Your Prayer Partner,
Ferry Felani
Kamis, 10 April 2014
DIPERSIAPKAN UNTUK MENERIMA JANJI
Diposting oleh
Ferry Felani
18.55
Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"
"Sesungguhnya, WAKTUNYA AKAN DATANG, demikianlah firman TUHAN, bahwa AKU AKAN MENEPATI JANJI YANG TELAH KUKATAKAN kepada kaum Israel dan kaum Yehuda." | Yer 33:14
MENEPATI JANJI adalah pekerjaan (job-description) TUHAN. Allah memberikan janjiNYA sbg ungkapan kasihNYA kepada kita.
Mengapa perlu JANJI? Mengapa Allah tidak langsung saja memberikan berkatnya tanpa harus berjanji terlebih dahulu? Allah memberikan janji terlebih dahulu dgn tujuan memberi ruang bagi kita untuk mempersiapkan diri. KITA PERLU DIPERSIAPKAN UNTUK DIBERKATI. Allah hendak memberi ruang bagi kita untuk bertumbuh & berubah agar kita bisa masuk ke dalam penggenapan janjiNYA.
Janji TUHAN di dalam Alkitab, tidak hanya soal BERKAT, KELEPASAN, PEMULIHAN & KEMENANGAN, tetapi juga soal DISIPLIN & HUKUMAN. Disiplin & hukuman dapat menjadi janji TUHAN yg akan datang ke dalam hidup kita, jika kita meremehkan kesabaran TUHAN & tidak mau bertobat dari dosa-dosa yg telah mendapat peringatan dari Allah.
Pada saat ini, janji TUHAN yang mana yg sedang dtg ke dlm kehidupan kita? Apakah janji berkat, pemulihan, kelepasan & kemenangan? Atau janji disiplin & hukuman Allah untuk mendidik kita sbg anak-anakNYA?
Ada kalanya kita dipersiapkan untuk diberkati, namun ada kalanya kita dipersiapkan untuk menerima disiplin atau teguran dari TUHAN. Keduanya Allah lakukan untuk menunjukkan kasihNYA kepada kita. Bahkan disiplin & hukuman yg IA berikan kpd anak-anakNYA, adalah agar kita tdk dihukum bersama-sama dgn dunia & jg agar kita beroleh bagian dalam kekudusanNYA (Ibrani 12:10).
Melalui janji yg diucapkanNYA, sesungguhnya Allah hendak menyatakan & memperkenalkan DIRINYA. IA hendak menyatakan sifat-sifatNYA agar kita mengenal DIA. Kita tidak boleh terfokus pd apa yg dijanjikan, lebih drpd pengenalan akan Allah. Krn sesungguhnya, tujuan dari janji Allah diberikan ialah spy kita lebih mengenal DIA.
Your Prayer Partner,
Ferry Felani
Rabu, 09 April 2014
MEMBAGI SUKACITA DENGAN DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL
Diposting oleh
Ferry Felani
19.35
Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"
"Aku BERSUKACITA, sebab aku dapat MENARUH KEPERCAYAAN KEPADA KAMU DALAM SEGALA HAL." | 2 Korintus 7:16
Salah satu tolak ukur pertumbuhan rohani seseorang dapat dilihat melalui seberapa mampu & konsisten ia untuk BERSUKACITA DALAM SEGALA KEADAAN. Setiap orang percaya harus BERTUMBUH DALAM SUKACITA. Pada waktu kita membandingkan diri dengan apa yg org lain telah miliki & capai, kita tetap mampu bersukacita krn kita menyadari bhw apa yg belum kita capai & miliki merupakan bagian dari PROSES & PEMBENTUKAN ALLAH.
Namun, memiliki sukacita saja tidak cukup menjadi tanda pertumbuhan rohani seseorg. Kita juga dipanggil untuk mampu MENGHADIRKAN SUKACITA DALAM HIDUP ORANG LAIN. Salah satu cara untuk menghadirkan sukacita dalam hidup org lain ialah dengan DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL.
Isteri akan bersukacita jika suami dapat dipercaya dalam segala hal, begitu jg sebaliknya; org tua akan bersukacita jika anak2 dapat dipercaya dalam sgl hal, begitu jg sebaliknya; atasan akan bersukacita jika bawahannya dapat dipercaya dalam sgl hal, begitu jg sebaliknya.
DAPAT DIPERCAYA MERUPAKAN SIFAT ALLAH. Allah yg DAPAT DIPERCAYA rindu MEMANIFESTASIKAN SIFAT-SIFATNYA melalui anda, shg byk org akan mudah untuk mempercayaiNYA.
DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL MERUPAKAN TANDA KEDEWASAAN. Agar mengalami pertumbuhan, kedewasaan & menghasilkan buah, kita harus membangun sikap DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL. Untuk DAPAT DIPERCAYA DALAM SEGALA HAL kita harus menyalibkan (mematikan) segala kedagingan & keinginan kita setiap hari.
Dibutuhkan keberanian untuk menjadi org yg dapat dipercaya. Jika ini area yg harus anda perbaiki, lakukanlah sblm anda hrs membayar lebih mahal dari yg mampu anda bayarkan.
Your Prayer Partner,
Ferry Felani
Rabu, 26 Maret 2014
KUALITAS PERTOBATAN
Diposting oleh
Ferry Felani
01.26
Inspiring Leaders°
"Focus on biblical values in a busy world"
"Jadi hasilkanlah BUAH YANG SESUAI DENGAN PERTOBATAN." | Mat 3:8
Tanggung jawab kita sbg org percaya bukan hanya BERTUMBUH, melainkan juga BERBUAH. Buah yang kita hasilkan sangat ditentukan oleh KUALITAS PERTOBATAN kita setiap hari.
Pertobatan memiliki 2 aspek penting: BERTOBAT DARI APA & BERTOBAT KEPADA APA. Untuk itu diperlukan KETAJAMAN & KETELITIAN untuk mengenali kita bertobat DARI APA & mengalami perubahan KEPADA APA.
Ketika posisi kita di dalam pelayanan semakin tinggi & pengalaman rohani kita semakin banyak, seringkali kita kehilangan kepekaan & ketelitian kita dalam soal pertobatan. Pdhl yg terjadi harusnya yg sebaliknya. Bahkan sebelum kita melakukan perbuatan yg berdosa, kita mampu melakukan pertobatan motivasi (sikap hati).
Pertobatan-pertobatan yang kita lakukan dengan cara yg terlalu umum, akan membuat pertobatan tsb menjadi kurang berkualitas. Frase yg sering digunakan dalam soal pertobatan ialah "bertobat dari SEGALA dosa..." Hal ini terlalu umum, shg tdk menggambarkan bertobat DARI APA & KEPADA APA.
Dalam doa-doa pribadi kita kpd Allah, kita harus melatih ketajaman & ketelitian dalam soal pertobatan untuk menghasilkan pertobatan yang berkualitas. Sama spt org yg sedang sakit harus mengetahui dgn lengkap penyakit apa yg dideritanya, shg ia dapat mengetahui obat apa yg dibutuhkannya.
Allah bekerja sesuai dgn pengakuan kita. Pengakuan yg dilakukan dgn benar, berani & teliti kpd Allah, bukan hanya akan mendatangkan kelegaan, tetapi juga strategi untuk menang atas dosa & perubahan karakter yg akan merangsang munculnya buah.
Jika kita ingin menyaksikan munculnya buah, kita tidak mempunyai pilihan lain selain membangun kualitas pertobatan yg benar, dimana pertobatan tsb hrs berdasar pada kasih karunia & pengampunan Tuhan, bukan menghukum diri dengan rasa bersalah.
Your Prayer Partner,
Ferry Felani
