Rabu, 30 Juli 2014

MENERIMA TEGURAN UNTUK MEMBANGKITKAN RASA HAUS AKAN DIA

Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"

"Sesungguhnya, BERBAHAGIALAH MANUSIA YANG DITEGUR ALLAH; sebab itu JANGANLAH ENGKAU MENOLAK DIDIKAN Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang MELUKAI, tetapi juga yang MEMBEBAT; Dia yang MEMUKULI, tetapi yang tangan-Nya MENYEMBUHKAN pula." | Ayub 5:17-18

Kebahagiaan tidak hanya datang karena bertambahnya kepemilikan. Dalam jangka panjang & secara kualitas, kebahagiaan juga datang melalui teguran Allah.

Kita perlu mengenal Allah sebagai ALLAH YG MEMULIHKAN & YG MENYEMBUHKAN. Tetapi kita juga harus belajar mengenal ALLAH YG MEMUKUL & YG MELUKAI.

Teguran Allah merupakan bentuk didikan Allah yg bertujuan untuk MEMBANGKITKAN RASA HAUS AKAN DIA.

Kata "mendidik" dapat digambarkan melalui cara bidan-bidan Ibrani mengoleskan buah kurma yang telah ditumbuh ke bayi yang baru lahir, untuk membangkitkan rasa haus agar bayi tersebut menyusui.

Melalui teguran yang Allah berikan ke hidup kita, Allah sedang ingin membangkitkan kembali rasa haus akan DIA (akan firmanNYA & akan hadiratNYA).

Ketika kita terus berusaha menghindar, bersikap tidak peduli & membenarkan diri ketika melakukan suatu kesalahan; maka kita hanya akan mendapati bahwa kita akan BERADA LEBIH LAMA DI TEMPAT YANG SALAH, & memperlambat persiapan-persiapan kita untuk hal2 besar yg akan Allah kerjakan di hidup kita.

Dengan membiarkan (mentoleransi) dosa & ketidaktaatan, kita akan semakin kehilangan rasa haus akan Allah.

Orang yang selalu terbuka terhadap teguran Allah, tidak akan kehilangan rasa haus akan DIA. Jika kita selalu memiliki respon thd teguran2 Allah yg lembut, maka kita tdk akan perlu mengalami teguran2 Allah yg keras.

Beranikah kita menjadi orang Kristen yang MENGHARAPKAN TEGURAN, DEMI MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN YANG LEBIH BERKUALITAS & RASA HAUS AKAN ALLAH?

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Kamis, 10 Juli 2014

MENGALAMI PROSES PEREMUKKAN

Inspiring Leaders
"Focus on biblical values in a busy world"

"PIKULLAH KUK yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku LEMAH LEMBUT dan RENDAH HATI dan jiwamu akan mendapat KETENANGAN." | Matius 11:29

Allah memakai masalah bukan untuk menghancurkan kita, melainkan untuk "meremukkan ego" kita. Kita harus mengalami peremukkan jika ingin melihat Allah bekerja lebih lagi di dalam & melalui hidup kita. Proses peremukkan merupakan proses yang membentuk kita untuk berhenti mengandalkan diri sendiri & mulai hidup mengandalkan Allah.

Pengetahuan, kemampuan & pengalaman kita, terkadang membuat kita sulit untuk mengandalkan Allah. Kita seringkali tidak bersedia menunggu Allah untuk sesuatu yang kita rasa mampu kita lakukan tanpa Allah.

Di dalam Alkitab, kita menemukan bagaimana Allah memproses tokoh-tokoh iman seperti Abraham, Yakub, Musa, Daud & Paulus, dengan proses peremukkan. Allah "meremukkan" mereka supaya mereka tidak lagi hidup untuk diri sendiri, melainkan hidup untuk menggenapi rencana Allah.

Orang yang belum mengalami peremukkan, ibarat kuda pacuan yang belum dijinakkan. Kehendak kuda tersebut harus "ditaklukkkan" agar ia memiliki kemampuan untuk taat & mengalami kemenangan dalam pertandingan. Tidak akan ada kemenangan sejati tanpa adanya proses peremukkan. Hidup berkemenangan hanya bisa kita raih, jika kita taat. Kita akan sulit untuk taat, jika tidak bersedia mengalami peremukkan.

Proses peremukkan yang Allah kerjakan adalah seperti mengoperasi kanker & tumor! Kita disakiti untuk disembuhkan & menjadi sehat.

Roti terbuat dari GANDUM YANG DIGILING, sedangkan air anggur diperoleh dari buah ANGGUR YANG DIPERAS. Kedua hal ini menggambarkan proses peremukan.

Gandum & anggur merupakan gambaran dari PEREMUKAN yang Allah kerjakan, sampai kita kehilangan identitas kita sendiri & memiliki identitas Kristus (yang baru).

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Rabu, 30 Juli 2014

Inspiring Leaders |
"Focus on biblical values in a busy world"

"Sesungguhnya, BERBAHAGIALAH MANUSIA YANG DITEGUR ALLAH; sebab itu JANGANLAH ENGKAU MENOLAK DIDIKAN Yang Mahakuasa. Karena Dialah yang MELUKAI, tetapi juga yang MEMBEBAT; Dia yang MEMUKULI, tetapi yang tangan-Nya MENYEMBUHKAN pula." | Ayub 5:17-18

Kebahagiaan tidak hanya datang karena bertambahnya kepemilikan. Dalam jangka panjang & secara kualitas, kebahagiaan juga datang melalui teguran Allah.

Kita perlu mengenal Allah sebagai ALLAH YG MEMULIHKAN & YG MENYEMBUHKAN. Tetapi kita juga harus belajar mengenal ALLAH YG MEMUKUL & YG MELUKAI.

Teguran Allah merupakan bentuk didikan Allah yg bertujuan untuk MEMBANGKITKAN RASA HAUS AKAN DIA.

Kata "mendidik" dapat digambarkan melalui cara bidan-bidan Ibrani mengoleskan buah kurma yang telah ditumbuh ke bayi yang baru lahir, untuk membangkitkan rasa haus agar bayi tersebut menyusui.

Melalui teguran yang Allah berikan ke hidup kita, Allah sedang ingin membangkitkan kembali rasa haus akan DIA (akan firmanNYA & akan hadiratNYA).

Ketika kita terus berusaha menghindar, bersikap tidak peduli & membenarkan diri ketika melakukan suatu kesalahan; maka kita hanya akan mendapati bahwa kita akan BERADA LEBIH LAMA DI TEMPAT YANG SALAH, & memperlambat persiapan-persiapan kita untuk hal2 besar yg akan Allah kerjakan di hidup kita.

Dengan membiarkan (mentoleransi) dosa & ketidaktaatan, kita akan semakin kehilangan rasa haus akan Allah.

Orang yang selalu terbuka terhadap teguran Allah, tidak akan kehilangan rasa haus akan DIA. Jika kita selalu memiliki respon thd teguran2 Allah yg lembut, maka kita tdk akan perlu mengalami teguran2 Allah yg keras.

Beranikah kita menjadi orang Kristen yang MENGHARAPKAN TEGURAN, DEMI MENDAPATKAN KEBAHAGIAAN YANG LEBIH BERKUALITAS & RASA HAUS AKAN ALLAH?

Your Prayer Partner,

Ferry Felani

Kamis, 10 Juli 2014

Inspiring Leaders
"Focus on biblical values in a busy world"

"PIKULLAH KUK yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku LEMAH LEMBUT dan RENDAH HATI dan jiwamu akan mendapat KETENANGAN." | Matius 11:29

Allah memakai masalah bukan untuk menghancurkan kita, melainkan untuk "meremukkan ego" kita. Kita harus mengalami peremukkan jika ingin melihat Allah bekerja lebih lagi di dalam & melalui hidup kita. Proses peremukkan merupakan proses yang membentuk kita untuk berhenti mengandalkan diri sendiri & mulai hidup mengandalkan Allah.

Pengetahuan, kemampuan & pengalaman kita, terkadang membuat kita sulit untuk mengandalkan Allah. Kita seringkali tidak bersedia menunggu Allah untuk sesuatu yang kita rasa mampu kita lakukan tanpa Allah.

Di dalam Alkitab, kita menemukan bagaimana Allah memproses tokoh-tokoh iman seperti Abraham, Yakub, Musa, Daud & Paulus, dengan proses peremukkan. Allah "meremukkan" mereka supaya mereka tidak lagi hidup untuk diri sendiri, melainkan hidup untuk menggenapi rencana Allah.

Orang yang belum mengalami peremukkan, ibarat kuda pacuan yang belum dijinakkan. Kehendak kuda tersebut harus "ditaklukkkan" agar ia memiliki kemampuan untuk taat & mengalami kemenangan dalam pertandingan. Tidak akan ada kemenangan sejati tanpa adanya proses peremukkan. Hidup berkemenangan hanya bisa kita raih, jika kita taat. Kita akan sulit untuk taat, jika tidak bersedia mengalami peremukkan.

Proses peremukkan yang Allah kerjakan adalah seperti mengoperasi kanker & tumor! Kita disakiti untuk disembuhkan & menjadi sehat.

Roti terbuat dari GANDUM YANG DIGILING, sedangkan air anggur diperoleh dari buah ANGGUR YANG DIPERAS. Kedua hal ini menggambarkan proses peremukan.

Gandum & anggur merupakan gambaran dari PEREMUKAN yang Allah kerjakan, sampai kita kehilangan identitas kita sendiri & memiliki identitas Kristus (yang baru).

Your Prayer Partner,

Ferry Felani