Pernahkah anda mengalami kebingungan dalam pergumulan anda? Sepertinya semua yang Allah inginkan sudah anda lakukan. Mengapa apa yang IA janjikan tidak kunjung datang? Padahal janji Tuhan berulang kali datang ke dalam hidup anda melalui banyak peristiwa ganjil.

Itulah yang saya alami saat ini. Saya bingung, tidak tahu harus melakukan apa lagi. "Menunggu" bukan terdengar ide yang baik bagi saya. Waktu terus berjalan, sedangkan ada begitu banyak tanggungjawab finansial yang harus dilakukan menjelang pesta pernikahan saya.

Tuhan menuntun saya untuk membaca kembali buku Norvel Hayes yang berjudul Worship: Unleashing the Supranatural Power of God in Your Life. Setelah membaca buku itu saya mulai mengerti, bahwa pada saat-saat penantian kita harus menantikan Tuhan dalam pujian & penyembahan. Ketika kita bingung, menantikan instruksi berikutnya atau kita merasa waktu penggenapan telah sangat dekat dan kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan, inilah waktunya menantikan Tuhan dalam pujian dan penyembahan.

Jika kita membiarkan hati dan pikiran kita kosong di dalam penantian kita akan Allah, Iblis akan dengan mudah menembakkan panah api pikiran negatif yang akan menggerogoti iman kita sehingga kita menjadi frustasi dan tawar hati di dalam penantian kita akan Allah.


"Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi." -Hosea 6:3-

Pada saat yang penuh kebingungan, kita seringkali sulit untuk mengucapsyukur. Namun sesungguhnya, mengucapsyukur merupakan bagian dari iman (mempercayai Allah). Ketika kita berdoa kepada Allah, kita menaikkan permohonan kita dengan ucapan syukur. Ucapan syukur kita tidak berfokus pada hasil, melainkan pada karakter Allah yang bisa dipercaya.

"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apa pun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur." -Filipi 4:6-

Hari ini saya belajar menantikan Allah di dalam pujian & penyembahan. Pujian & penyembahan bukan sekedar bagian dari liturgi ibadah gereja, melainkan juga gaya hidup menantikan-nantikan Tuhan. Daud Si Penyembah pasti telah belajar begitu banyak bagaimana pujian dan penyembahan kepada Allah telah menggiring dia kepada begitu banyak kemenangan. Jika ribuan tahun yang lalu ia mengalaminya, sekarang giliran saya. Saya rindu mengalami hal-hal yang paling dahsyat yang bisa terjadi di dalam hidup saya. Saya tidak akan berhenti berseru sampai saya dapat menyentuh jubah Yesus dan mengalami hidup yang diubahkan.

Jika anda berada di dalam penantian yang sama dengan saya, ini bukan waktunya menyerah, melainkan waktunya berserah. Puji & sembah Allah di tahta-Nya yang kudus, maka kita akan melihat IA bertindak pada waktu yang terbaik. My life is Yours.